Selera Musik (saya), dari waktu ke waktu.. Age, indeed defined :-D
Posted by cozyann1974 on June 20, 2007
Pagi tadi, ada kiriman comment dari teman berisi lagu Guns N Roses (GNR) di Friendster saya. Cool. It’s my generation’s song. Saya jadi kepikiran, betapa selera musik saya dari sejak saya bayi sampe sekarang tua punya anak dua, it does indeed had some (r)evolution. Berangkat dari orangtua yang juga suka maen dan mendengarkan musik (bokap dulu suka ngeband pegang bass – bakat ini nurun sama adek saya nomor 2 yg aktif ngeband sampe sekarang di kantornya, sementara nyokap dulu suka jadi vokalis termasuk di bandnya bokap juga.. hehe
kok jadi ngelantur..), so sehari harinya di keluarga saya memang selalu mendengarkan musik.
Konon, ketika saya bayi sampai umur umur TK, menurut ortu: saya sukanya mendengarkan lagu lagu Hetty Koes Endang, Ade Manahutu (yang judulnya Anna
), Edi Silitonga, Bob Tutupoli, Arie Kusmiran, Rafika Duri. Hm, berarti saya saat itu ya mendengarkan lagu selera ortu saya saat itu dunk. Ya kan? Ya dunk.. Saya juga suka mendengarkan lagu anak anak dari Adi Bing Slamet (sekarang jadi Ustad Somad tuh di Sinetron Si Entong di TPI
), Chicha dan Helen Koeswoyo, Ira Maya Sopha, dll. Kalo lagu lagu asingnya, suka ikut ngedengerin koleksi bokap, kayak The Beatles (ini sih bener bener ketagihan..sampe sekarang), Paul Anka, Andi Williams, Cliff Richards, The Bee Gees, dll. ———–Di usia ini, karena saya masih kecil, selera musik masih ngikutin selera orangtua———-
Masuk era 80-an, ketika mulai sekolah dasar sampai SMP, mulai heboh sama Michael Jackson (tapi saya gak terlalu tahu lagu lagu The Jacksons Five alias MJ bersaudara), Madonna, The Police, Duran Duran, Boy George, Wham, Genesis, Van Halen, Scorpion, dan yang lainnya. Sementara untuk penyanyi lokal mulai kenal GodBless, Pance (huhuy….), Gombloh, Trio Libels, Sandro Tobing, Lydia Imaniar, Harvey Malaiholo, Rafika Duri, terus mulai beken Fariz RM, Neno Warisman, Nicky Astria, Harry Mukti, Nikeu Ardilla (Alm), Deddy Dores (ugh… sayang banyak ngejiplak lagu asing..), lalu heboh juga lagu lagu ‘cengeng’ ala Obie Mesakh dengan artis Jeka Recordsnya (yang sempet dikritik sama Menpen saat itu Harmoko) (lagian kang Obie bikin satu lagu laris terus dibuat jawab jawaban,…. ya mboseni deh). ———–Di usia ini, mulai ada selera musik sendiri, karena mulai bergaul di sekolah dan luar rumah, mulai berani minta ganti kaset yang sedang distel ortu————-
Era akhir 80-an (pas masuk SMA) mulai suka banget juga lagu lagu disko bercampur rap yang mulai heboh, Milli Vanilli (sayangnya ketauan lipsync…), New Kids On The Block, MC Hammer, Vanilla Ice, Kris Kros, Ace of Base. Lagu hard rock dan heavy metal mulai bermunculan pula, dari Guns N Roses (dulu saya tergila gila banget sama Axl Rose, sampai bikin nick name “Axil Rose”.. hihihi, norak ya… maklum masih abg), Skid Row, Metallica, Motley Crue, Poison, Steelheart, Bon Jovi (the legend…
), juga Slank. Lagu lagu heavy metal, hard rock, dan slow rock, jadi lagu buat pengantar tidur siang, sebelum berangkat les. Sementara kalo sedang belajar malam hari, di samping meja belajar selalu denger lagu lagu disko dan rap tadi di atas. Sejak SMP saya memang punya kebiasaan kalo belajar harus sambil denger musik. ————Ini masa masa ABG dan remaja menjelang dewasa, masa masa pemberontakan, bener bener punya selera sendiri, gak mau toleransi dengan selera yang lain (adek adek saya masih suka Trio WekWek, Bondan Prakoso – Si Lumba lumba…). Sehingga saya dibelikan tape sendiri di kamar (berhubung juga ga ada yg kuat denger lagu lagu metal di ruang tengah hehehe….)————
Akhir masa SMA dan menjelang kuliah di awal 90 an, saya masih gila hard rock dan slow rock. Disko masih beken. Pop dan RnB juga banyak muncul lagu bagus. Seperti Atlantic Starr, Roxette, Boys II Men, Peabo Bryson, Celine Dion, Mariah Carey, sementara GNR sendiri sedang dalam masa keemasan dengan menerbitkan album kembar “Use Your Illusion” yang so darn cool alias keren wuaaabbiizzzz.
Pas awal kuliah, tahun 92-93 kesono, pop yang beken pop yang agak nge”black” ke negro negroan alias nyampur sama RnB, dimulai dari Take That (yang beken lagi..), Anie Lennox, Boys II Men lagi, Stevie B., dll. Dalam rock modern muncullah the sensational one: Nirvana (damn suicide, Kurt…). Untuk slow rock masih disuka banget: Scorpion ama Deff Leppard aja beken lagi, dengan hits hits slow rocknya. BTW, saat itu juga lagi seru serunya BOYS BAND bermunculan, kayak N Sync, Backstreet Boys, and so on. ———-Masa ini aku gak terlalu fanatik rock banget, pop yang mellow pun aku jadi suka, maklum.. banyak kisah romantis yang mengiringi… hahahaha … pokoknya selera musik jadi rock and top forty———-
Sementara itu di kalangan lagu lokal, mulai muncul yang namanya singel-singel Indi Label (wah siapa aja, ya.. lupa). Selain itu, di Indonesia juga mulai beken konsep “Grup Band” dibanding nyanyi solo kayak tahun 80-90an, banyak grup muncul seperti Rif/, Gigi, Protonema, Kin, dan ‘the king’: Dewa 19 muncul dengan “Kangen”nya yang langsung diputer terus di radio Yogya waktu itu. Grup KLA Project juga lagi beken bekennya, mulai aku simak terus juga, mengingat ada lagu Yogyakarta (yang sampai sekarang kalo aku denger pasti meneteskan airmata, inget masa muda di yogya… hiks). ————So, the taste continued….lagi senang kegiatan pecinta alam, slow rock minded, mulai cinta lagu lokal, dicampur lagu lagu lama era 60-70 an. Karena enak dinyanyiin bareng di markas pecinta alam
———
Pertengahan 90-an, mulai sedikit bergeser selera: Alternative Rock, yang beken disebut musik Grunge. Mulai beli kaset Red Hot Chili Peppers, Collective Soul, Pearl Jam, Green Day, Live, dll. ———-Lagi pusing bagi waktu antara ngajar sebagai asdos, KKN, dan cari tema skripsi, selera musik jadi nge-grunge(kepusingan kaleee)———-
Akhir 90-an, lulus kuliah, mulai kerja hijrah ke Jakarta, puas banget dengan banyaknya radio dengan berbagai variasi jenis lagu dan paket acara. Mulai suka ke hiphop (sementara rap mulai hilang), untuk alternatif rock saya mulai agak milih yang slow atau easy listening aja, kayak The Calling, Iris, Vertical Horison, Incubus, dll. Linkin Park dan Limp Bizkits masih bisa nyimak, kalo Korn dah gak betah lama.. hehehe… usia, my man… usia… Grup lokal yang mulai beken: Padi, Jikustik, Sheila on 7. Udah gitu yang bikin asyik, mulai heboh banget CD format MP3!!!!! Jadi gak usah beli kaset yang sedikit doang isinya hehehehe…. ———mungkin karena ngerasa dah kerja, dah dewasa, hidup mulai mapan terarah, selera lagu juga sama, gak terlalu suka yang heboh dan complicated, tapi tetep ngikut sama trend lagu top forty——–
Di era 2000 an sampai sekarang, sampai dah punya anak dua dan usia dah kepala tiga, hiphop tetap jadi yang the best listened, apalagi kalo sambil nyetir, soalnya kalo nyetel lagu rock di tape mobil bawaannya pengen ngebut dan nyalip orang.. hehe.. tar disemprot suami. Mulai ngumpulin album Nelly, TI, Chingy, Shifty, Britney Spears, Justin Timberlake, Binocular. Tapi pendengaran telinga jadi ketambahan lagu lagu anak hehehe, ternyata anak anakku mewarisi minat ku yang hobi musik…
2007. Still listening to the music, terutama kalo lagi ngutak ngutik depan komputer, ngutak ngutik foto, baca buku, bahkan lagi di kandang ayamnya milik suami (tahu gak kamu kalo untuk mengurangi tingkat stres ayam terhadap kebisingan, itu diakali dengan cara menyetel musik keras dalam kandang?), kecuali kalo lagi solat dan zikir mengingat Allah… itu saat aku stop mendengarkan musik
So that’s all, pegel lagi deh jarinya….hehehe



